Bagaimana memilih metode kontrasepsi yang tepat?

Berbagai macam metode kontrasepsi untuk menunda kehamilan, tetapi tidak semuanya cocok untuk setiap orang. Metode kontrasepsi sangat personal, dalam hal ini tergantung kecocokan satu dengan lainnya. Dalam memilih metode kontrasepsi wanita harus mempertimbangkan berbagai faktor termasuk status kesehatan, efek samping, konsekuensi terhadap kehamilan yang tidak diinginkan, besarnya keluarga yang diinginkan dan kerjasama pasangan. Beberapa pertanyaan berikut dapat memandu anda dalam menentukan metode kontrasepsi.

1. Seberapa besar efektifitasnya ?

Metode kontrasepsi seperti pil, suntik, kondom, implan, IUD, tubektomi dan vasektomi adalah metode yang efektif dalam mencegah kehamilan, keefektifannya didukung dengan penggunaan yang tepat waktu dan pemakaian yang benar. Metode   kontrasepsi pil dan suntik akan sangat efektif jika penggunaannya tepat waktu dan teratur. Metode implan/susuk KB sangat efektif sebagai kontrasepsi jangka panjang sampai dengan 3 tahun. Untuk pasangan yang tidak ingin menambah jumlah anak dapat memilih metode kontrasepsi dengan sterilisasi, metode ini bersifat permanen, karena kemungkinan untuk hamil tidak terjadi. Metode kontrasepsi alamiah seperti senggama terputus, kb kalender, metode laktasi mempunyai resiko kehamilan yang lebih besar karena penerapannya yang kadang kurang tepat.

2. Apakah metode kontrasepsi yang saya pilih bersifat reversibel (kesuburan dapat kembali dengan mudah)?

Cari tahu tentang metode kontrasepsi yang akan anda pilih. Dengan menggunakan metode kontrasepsi pil, suntik, kondom, IUD atau implan, kesuburan dapat segera kembali jika pemakaiannya dihentikan. Pasangan yang ingin menunda kehamilan untuk jangka waktu pendek (1-2 tahun), dapat menggunakan metode kontrasepsi pil, metode ini sangat reversibel sehingga begitu penggunaannya dihentikan, kesuburan akan cepat kembali dengan mudah. Kontrasepsi suntik mungkin memerlukan beberapa bulan setelah penghentian pemakaian untuk kembalinya kesuburan, kontrasepsi ini cocok digunakan untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Sedangkan pasangan yang ingin menunda kehamilan dalam jangka waktu yang lama dapat menggunakan implan atau IUD, begitu kontrasepsi ini dicabut dari tubuh, kesuburan cepat kembali sehingga akseptor dapat merencanakan kehamilan kembali. Untuk pasangan yang tidak ingin menambah anak dapat memilih metode kontrapsepsi sterilisasi yaitu vasektomi dan tubektomi. Metode tersebut bersifat permanen atau irreversible.

3. Apakah efek sampingnya dapat saya tolerir?

Semua metode kontrasepsi mempunyai efek samping yang mungkin akan dirasakan berbeda-beda pada setiap individu. Untuk itu pertimbangan pilihan metode yang sesuai bagi kondisi tubuh masing-masing sangatlah penting. Pada metode kontrasepsi pil, sebagian kecil wanita mungkin akan merasakan efek samping seperti mual dan pusing, sedangkan pada beberapa wanita lainnya bisa saja sama sekali tidak merasakan efek samping tersebut. Pada metode kontrasepsi suntik sebagian besar wanita akan mengalami efek samping dimana haid terhenti (amenorae), efek samping ini tidak berbahaya dan umum terjadi, haid akan dapat kembali jika pemakaian dihentikan. Pada kontrasepsi spiral/IUD beberapa wanit mungkin akan mengalami pendarahan berlebih jika tidak cocok dengan kontrasepsi ini. Tanyakan dokter/bidan kemungkinan yang akan terjadi pada setiap metode kontrasepsi.

4. Apakah metode tersebut cocok dengan kepribadian dan gaya hidup saya?

Kontrasepsi pil sangat cocok bagi wanita yang menginginkan kepraktisan karena kemudahan penggunaan dan mendapatkannya, selain itu beberapa jenis kontrasepsi pil ini dapat menambah kecantikan kulit karena kandungan didalamnya. Namun, metode kontrasepsi pil membutuhkan ketepatan waktu dalam penggunaannya untuk mendapatkan efektivitas yang tinggi, untuk itu penggunaan alarm pada handphone anda mungkin dapat membantu. Jika anda terlewat untuk menggunakan kontrasepsi rutin, kontrasepsi darurat dapat menjadi pilihan yang bijaksana. Kontrasepsi suntik juga merupakan kontrasepsi yang tepat bagi anda yang tidak mau disibukkan untuk mengingat penggunaan kontrasepsi setiap harinya. Bagi anda yang ingin praktis menggunakan kontrasepsi untuk jangka waktu lama dengan jarak kelahiran 3-5 tahun dapat menggunakan metode implan/susuk KB. Metode kontrasepsi mantap dapat dipilih bagi pasangan yang sudah mempunyai anak cukup dan tidak ingin repot menggunakan obat/alat kontrasepsi rutin. Metode ini aman, praktis dan efektif karena hanya memerlukan satu kali tindakan dengan satu kali biaya.

5. Bagaimana kondisi kesehatan anda?

Beberapa wanita tertentu tidak cocok menggunakan kontrasepsi karena alasan kesehatan. Untuk usia > 35 tahun dan merokok penggunaan kontrasepsi hormon menyebabkan meningkatnya resiko penyakit hati. Hindari kontrasepsi yang mengandung hormon jika mempunyai riwayat hipertensi, stroke, kanker payudara, kanker rahim, dan sakit kepala/migren disertai aura. Bagi penderita HIV atau anda yang sering berganti pasangan gunakan kontrasepsi kondom untuk menghindari penyakit menular seksual

6.    Mudahkah saya mendapatkan dan menggunakannya?

Dalam hal ini metode kontrasepsi pil adalah metode yang sangat praktis karena anda bisa mendapatkannya dengan mudah di apotik dan dapat menggunakannya tanpa bantuan tenaga kesehatan. Metode kontrasepsi suntik, implan, IUD dan sterilisasi membutuhkan bantuan tenaga kesehatan seperti dokter/bidan dalam penggunaannya. Metode kontrasepsi pil dan suntik dari segi harga relatif terjangkau sedangkan metode kontrasepsi implant, IUD dan sterilisasi relatif lebih mahal, akan tetapi jenis kontrasepsi ini menawarkan penggunaan jangka panjang. Metode kontrasepsi IUD   membutuhkan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.      Metode kontrasepsi sterilisasi yaitu tubektomi dan vasektomi untuk harga cukup    mahal karena membutuhkan pembedahan.
 
 
Referensi :
www.healthgrades.com

Punya pertanyaan seputar KB dan kontrasepsi?

Konsultasi disini

x