Pertanyaan yang sering diajukan

Umum

KB (keluarga berencana) adalah suatu usaha untuk mengatur jumlah dan jarak kelahiran anak,guna meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan keluarga dengan menggunakan kontrasepsi

Pasangan usia subur yaitu usia 15-50 tahun yang ingin menunda kehamilan, enjarangkan kehamilan atau tidak ingin hamil lagi. 

Metode kontrasepsi sangat personal, dalam hal ini tergantung kecocokan satu dengan lainnya. Tidak semua yang cocok pada seorang wanita dapat cocok pada wanita lain. Sebelum memilih jenis kontrasepsi yang tepat, sebaiknya anda :
1. Pahami tujuan menggunakan kontrasepsi
2. Kenali kondisi tubuh dan riwayat kesehatan
3. Kenali dan pahami pilihan metode kontrasepsi yang ada
4. Konsultasikan dengan bidan atau dokter terdekat 

Kontrasepsi hormonal
1. Pil
2. Suntikan
3. Implant/Susuk
 
Kontrasepsi non hormon
1. IUD/Spiral
2. Kondom
3. Sterilisasi (Tubektomi/Vasektomi)
4. Metode Laktasi (alami)
5. Metode kalender (masa subur)
 

Kontrasepsi hormonal adalah kontrasepsi yang mengandung hormon (yang menyerupai hormon wanita), dengan adanya hormon ini maka tubuh akan mempunyai mekanisme sehingga kehamilan dapat dicegah. Kontrasepsi hormonal biasanya berupa pil, suntikan atau implant.

Kontrasepsi hormonal bekerja dalam mencegah kehamilan dengan :
- Menghambat ovulasi (pelepasan sel telur)
- Meningkatkan kekentalan lendir vagina dan serviks sehingga sperma susah menuju rahim
- Menipiskan dinding rahim sehingga sulit terjadi kehamilan

Masing-masing metode mempunyai kelebihan masing-masing dibandingkan dengan metode lain, kebanyakan metode hormonal mempunyai keefektifan yang tinggi (jika digunakan secara tepat) dan sudah terbukti secara klinis dalam mencegah kehamilan (lebih pasti).

Kontrasepsi hormonal (rutin) sebaiknya digunakan enam minggu setelah melahirkan, dalam 7 hari saat haid, atau setiap saat jika tidak sedang hamil.

Kontrasepsi hormonal untuk ibu menyusui adalah yang tidak mengandung estrogen (Estradiol) karena dapat menghambat produksi ASI. Dalam hal ini anda bisa memilih kontrasepsi suntik 3 bulanan atau implant.

Hampir semua metode kontrasepsi, baik yang mengandung hormon atau tidak, memiliki efek samping, hal yang umum terjadi adalah mual, pusing, perubahan berat badan, perubahan siklus menstruasi dll. Namun hal ini hanya terjadi pada beberapa/sebagian wanita saja dan tergantung dari pemilihan jenis kontrasepsi yang anda gunakan. Anda dapat mengkonsultasikan hal tersebut pada bidan/dokter anda untuk terhindar dari efek samping tersebut.

Hal ini wajar terjadi karena ada pengaruh hormon kontrasepsi dalam menipiskan dinding rahim dan hal ini tidak berbahaya.
Bagi sebagian wanita, mendapat haid yang lebih sedikit atau bahkan tidak mendapat haid sama sekali adalah pilihan menyenangkan, khususnya mereka yang selalu mengalami kram menyakitkan, migrain akibat haid, atau darah haid keluar amat banyak. 

Tidak benar, bahkan penggunaan pil KB kombinasi dapat mengurangi risiko terkena kanker ovarium dan kanker endometrium

Punya pertanyaan lain ? klik disini

Punya pertanyaan seputar KB dan kontrasepsi?

Konsultasi disini

x